Menghidupkan Nurani Dengan Berpikir Kritis Ppt
bab.3 soal abc menhidupkan nurani dengan berpikir kritis
1. bab.3 soal abc menhidupkan nurani dengan berpikir kritis
Jawaban:
sebuah proses yang sadar dan sengaja yang digunakan untuk menafsirkan dan mengevaluasi informasi dan pengalaman dengan sejumlah sikap reflektif dan kemampuan yang memandu keyakinan dan tindakan”.
Maaf klo slh..2. Firman Allah Swt yang menjelaskan tentang menghidupkan nurani dengan berpikir kritis terdapat dalam surat . .
Jawaban:
terdapat dalam surat as Ali Imran ayat 190-191
Penjelasan:
semoga membantu
3. Jelaskan dengan singkat dan jelas konsep dari dengan berpikir kritis kita dapat menghidupkan nurani!, dan berikan contoh konkretnya!.
Jawaban: Seorang berpikir kritis adalah orang yang berpikir secara sistematis, logis, dan obyektif dalam menilaii sesuatu atau dalam membuat keputusan, bukan orang yang suka mencari-cari kelemahan sesuatu.
Dengan berpikir kritis sangat banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Di mana mulai dari melindungi diri supaya tidak mudah tertipu hoax dan informasi yang salah.
4. Menghidupkan hati dengan berpikir kritis
Jawaban:
dan harmonis
semoga membantu
5. anda menyadari bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara oleh karena itu anda selalu beramal saleh sebagai bekal di akhirat nanti berikan penjelasan terhadap sikap dan perilaku tersebut terkait hadis riwayat at tirmidzi yang di bahas bab berpikir kritis untuk menghidupkan nurani tolong bantuin jawab dong
Jawaban:
dalam kamus al-Mu’jam al-Wasīth kata shaluḥa sebagai akar kata shāliḥ juga berarti bermanfaat.
Dengan menggabungkan dua makna ini, maka orang saleh berarti orang yang perilaku dan kepribadiannya terhindar dari hal-hal yang merusak, dan di sisi lain membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dengan kualitas tersebut, ia menjadi sosok harapan dan teladan bagi orang-orang di sekitarnya.
Macam-Macam Kesalehan
Menurut Syekh Sya’rawi, dalam Islam orang saleh itu ada dua macam, saleh duniawi dan saleh ukhrawi.
1. Saleh Duniawi
Saleh duniawi adalah saleh dalam arti asal, yakni orang yang berkepribadian baik sehingga di manapun berada ia tidak merugikan tapi justru banyak memberi manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
Namun kesalehan semacam ini hanya berdimensi etis, bahwa apa yang dilakukannya itu baik atau benar berdasarkan pertimbangan akal sehat. Kesalehan tersebut bersifat universal dan dapat diakui secara rasional oleh semua manusia.
Orang saleh jenis ini bisa kita temukan di mana pun di muka bumi ini. Ia bisa seorang muslim, non-muslim bahkan ateis sekalipun, atau apapun profesi, jenis kelamin dan status sosialnya.
Di lingkungannya, ia menciptakan keadilan, keteraturan, kedamaian, kemajuan dan kemakmuran. Namun ibarat bangunan, kesalehan tersebut berdiri tanpa fondasi relijius-spiritual sehingga hanya berdimensi duniawi.
2. Saleh Ukhrawi
Saleh ukhrawi adalah kesalehan yang lahir dari keimanan. Kebaikan yang dilakukan sebagai ekspresi dari ketaatan kepada Tuhan.
Artinya, seseorang berkepribadian atau melakukan kebaikan tidak sekedar karena tuntutan etika, tapi juga atas kesadaran penuh sebagai seorang hamba Allah untuk berbuat baik kepada sesama hamba dan ciptaan-Nya.
Untuk itu dalam setiap tindakannya, ia juga selalu memperhatikan aturan-aturan dan hukum agama, seperti halal dan haram, atau wajib dan sunnah.
Garis pembeda antara saleh duniawi dan ukhrawi ini ialah keimanan, sehingga saleh ukhrawi ini hanya bisa dimiliki oleh seorang Muslim.
Kebaikan yang dilakukan bisa saja serupa, namun berbeda nilainya. Kesalehan ukhrawi bernilai dunia sekaligus akhirat.
Contohnya ketika seorang Muslim menyingkirkan paku di jalan. Ia melakukannya bukan sekedar karena dorongan etis untuk berbuat baik pada sesama manusia, tapi juga karena tuntunan agama untuk mencegah keburukan menimpa orang lain.
Manfaat Beramal Saleh
Dalam agama Islam, suatu amal saleh akan sah jika memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Amal saleh dilakukan dengan mengetahui ilmunya.
b. Amal saleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah SWT.
c. Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an dan Hadis.
Sementara, seseorang yang beramal saleh akan memperoleh manfaat sebagai berikut, seperti dikutip dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti:
1) Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah SWT
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. al-Maidah/5: 9 yang artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar."
2) Diberi tambahan petunjuk
“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya (Q.S. Maryam/19: 76)."
3) Diberi kehidupan yang baik dan layak
“Siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (Q.S. an-Nahl/16: 97)."
4) Dihapuskan dosa-dosanya
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan (Q.S. al-Ankabut/29: 7)."
5) Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat
“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (Q.S. al-‘Asr/103: 1-3)."
Baca juga:
Hadits tentang Pahala Amalan pada Bulan Ramadhan Dilipatgandakan
Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri dalam Islam, Apa Saja?
Adab Pergaulan Remaja Menurut Islam dan Contoh Perilaku Menyimpang
Jawaban:
Makna dnan manfaat beramal shaleh
Penjelasan:
6. Buatlah cerita remaja islam yang berhungan "dengan menghidupkan nurani dengan berfikir kritis" ?
Jawaban:
pada zaman dahulu, ada seorang nabi namanya sulaiman yang memimpin hutan termasuk raja hutan yaitu singa takluk padanya.
Jawaban:
contohnya
pada zaman dahulu kala ada seorang yang baik dan ada seekor kucing yang kehausan dia berfikir bahwa kucing itu buruk tetapi waktu ia dekati kucing itu mengelilingi orang tersebut dan dia berfikir bahwa kucing itu baik dan dia pun mengasih minum pada kucing tersebut
maaf ya kalo jawabannya salah
jadikan yang tercerdas ya jawabannya
7. Berpikir Kritis Berpikir Kritis
Jawab:
Jadi jari-jari bisa lebih
kecil dari tinggi, bisa lebih
besar dari tinggi.
1/r + 1/t =
½Penjelasan dengan langkah-langkah:
Tabung dengan
jari-jari r
tinggi t
r < t
Jika Volume V
Luas L
Apakah V = L?
π×r×r×t = 2×π×r×(r+t)
π×r²×t = 2×π×r×(r+t)
πr²t - 2πr(r+t) = 0
πr(rt-2(r+t))=0
r = 0, atau, rt-2(r+t)=0
r tidak boleh 0, maka
rt-2(r+t) = 0
rt-2r-2t = 0
r(t-2) = 2t
r = 2t/(t-2) [FUNGSI RASIONAL]
Jadi jari-jari bisa lebih
kecil dari tinggi, bisa lebih
besar dari tinggi. Karena
Fungsi rasional, garis melengkung
ke bawah seperti di gambar
Misal x = t, y = r
Maka rumus r = 2t/(t-2)
agar V = L
Nilai 1/r + 1/t =
1/(2t/(t-2)) + 1/t =
(t-2)/2t + 1/t =
(t-2)/2t + 2/2t =
(2+t-2)/2t =
t/2t =
<(7o7)>
Jawaban:
Bangun RuangTabungPenjelasan dengan langkah-langkah:
Diketahui
r = jari jari tabung
t = tinggi tabung
r<t
Volume = V cm³
Luas = L cm²
Ditanyakan
V = L
1/r + 1/t
Jawaban
Volume = Luas permukaan
πr²xt = 2πr(r+t)
πr²t -2πr(r+t) = 0
πr(rt - 2(r+t) = 0
r = 0 atau rt-2(r+t)=0
rt-2(r+t)=0
rt-2r-2t=0
rt-2r=2t
r(t-2)=2t
r=2t
(t-2)
misal
r = y dan t = x
maka
y = 2x
(x-2)
f(x)= 2x
(x-2)
Berdasarkan persamaan tersebut
V = L jika r = 2t/(t-2) dan r > 0
Maka ada kemungkinan V = L
Maka
1/r + 1/t
1/(2t/(t-2) + 1/t
1x(t-2)/(2t) + 1/t
(t-2)/(2t) + 1/t
(t-2)/(2t) + 2/2t
(t-2)+2)/2t
(t-2)+2
2t
(1/2t-1)+1
t
(1/2t)
t
1/2
Kesimpulan
Berdasarkan pada persamaan gambar
maka diperoleh
Jika r > t maka r tak terbatas dan t > 2
jika r = t maka r dan t berada pada titik (4,4)
jika r < t maka t tak terbatas dan r > 2
Detail Jawaban
Mapel : Matematika
Kelas : 9 / IX SMP
Materi : Bangun Ruang Tabung
Kode Kategorisasi : -
Kata Kunci : Bangun Ruang Tabung
Demikian
Semoga membantu dan bermanfaat!
8. jelaskan apa yang dimaksud menghidupakn nurani dengan berfikir kritis
Jawaban:
yaitu dengan cara berfikir dengan wawasan / pandangan yang luas dan didasari dengan hati. nurani
9. anda menyadari bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara. Oleh karena itu, Anda selalu beramal soleh sebagai bekal di akhirat nanti. Berikan penjelasan terhadap sikap dan perilaku tersebut terkait hadis riwayat at-tarmidzi yang di bahas berpikir kritis untuk menghidupkan nurani
Jawaban:
1. Mu’ahadah (selalu mengingat perjanjian dengan Allah SWT)
Perjanjian yang telah kita lakukan ketika awal penciptaan ruh tersebut dipahami oleh para ulama sebagai syahadat kita yang pertama. Sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an, Allah berfirman : “Dan ingatlah ketika Rabb mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?, mereka menjawab. “Betul (Engkau Tuhan kami) kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikianitu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS. Al A’raf, 7 : 172)
Ini adalah sebuah perjanjian yang kita di dunia ini diuji oleh Allah, apakah kita termasuk orang-orang yang memegang teguh perjanjian tersebut. Kemudian juga perjanjian-perjanjian kita dalam sholat-sholat kita semisal dalam surat Al Fatihah ayat 5 yang berbunyi, “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin”. Artinya, hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami memohon dan meminta pertolongan. Sudahkah kita mengabdi dan memohon pertolongan hanya kepada Allah?
2. Mujahadah (orang yang bersungguh-sungguh dalam beribadah)
Ibadah adalah alasan Allah menciptakan manusia. “Dan Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan agar mereka menyembahKU. (QS. Adz Dzariyat, 51 : 56)
Bermujahadah artinya bersungguh-sungguh dalam melaksankan keta’atan dalam menjalankan perintah Allah. Sa’id Musfar Al Qahthani mengatakan; Mujahadah berarti mencurahkan segenap usaha dan kemampuan dalam mempergunakan potensi diri untuk taat kepada Allah dan apa-apa yang bermanfaat bagi diri saat sekarang dan nanti, dan mencegah apa-apa yang membahayakannya.
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benarakan Kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al ‘Ankabuut, 29 : 69)
Orang yang merubah rasa malas menjadi semangat, meninggalkan maksiat menuju keta’atan, bodoh menjadi berilmu, dari ragu kepada yakin, adalah ciri orang yang bermujahadah. Mujahid yang selalu berupaya bersungguh-sungguh di jalan Allah.
3. Muraqobah (Selalu Merasa diawasi Allah)
“Orang yang banyak berdzikir adalah orang selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. Dzikir terambil dari kata dzakaro yang berarti menghadirkan sesuatu ke dalam benak. Dzikrullah adalah menghadirkan Allah ke dalam benak. Karena itu orang yang selalu berdzikir akan menyadari betul bahwa Allah mengetahui segala sesuatu. Seperti di dalam ayat “Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. (QS. Al A’la, 87 : 7)
Dalam ayat lain: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dengan urat lehernya, yaitu ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf, 50 : 16-18)
4. Muhasabah (Intropeksidiri)
Terkait dengan muhasabah, Umar bin Khaththab berkata, “Hisablah dirimu sebelum dihisab, timbanglah diri kalian sebelum ditimbang. Sesungguhnya berintropeksi bagi kalian pada hari ini lebih ringan dari pada hisab di kemudian hari” (HR. Iman Ahmad dan Tirmidzi secara mauquq dari Umar bin Khaththab)
Hal senada juga pernah diungkapan oleh Hasan Al Basyri pernah berkata, “Seorang mukmin itu pemimpin bagi dirinya sendiri. Ia menghisab dirinya karena Allah. Karena sesungguhnya hisab pada hari kiamat nanti akan ringan bagi mereka yang telah menghisab dirinya di dunia.
5. Mu’aqobah (Memberi sanksi ketika lalai beribadah)
Sikap jika bersalah memberi sanksi diri sendiri dengan mengganti dan melakukan amalan yang lebih baik meski berat, contoh dengan infaq dan sebagainya. Atau dengan bersegera bertaubat dan berusaha kuat untuk tidak mengulanginya lagi. Memberikan sanksi (‘iqob) ketika kita lalai memang sulit. Dibutuhkan kesadaran diri yang baik dan kimanan yang kuat. Hanya orang-orang yang sholeh yang dapat melakukannya. Seperti salah satu kisah Nabi Sulaiman as dalam Alquran,
“(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan. Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku”, Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.(QS. Shaad, 38 : 31-33)
Penjelasan:
SEMOGA MEMBANTU
10. cara menghidupkan nurani dengan berfikir kritis
hati nurani adalah hati yang paling mulia karena hati ini bisa membauat hati orang jantungan dek dek kan...☺☺☺
11. di bawah ini yang merupakan manfaat berpikir kritis dalam kehidupan adalah
Jawaban:
1. kita lebih mudah memahami sudut pandang orang lain.
2.Tidak terlalu terpaku pada pendapat Anda sendiri, dan lebih terbuka terhadap pemikiran, ide, atau pendapat orang lain
12. Contoh berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari
Jawaban:
Berfikir kritis adalah kemampuan berfikir yang kompleks dengan menggunakan proses analisis dan evaluasi terhadap suatu informasi yang diterima maupun dalam menyelesaikan permasalahan, atau arti berfikir kritis ialah berfikir untuk mencari kebenaran terhadap informasi yang diterima atau dalam menyelesaikan masalah, cara berfikir kritis yaitu secara tenang, jangan emosi, dahulukan logika, pahami permasalahan, lakukan analisis, dan evaluasi hasilnya, barulah ambil keputusan atau tindakan.
CONTOH:
-Jika ada teman yang menyontek saat ujian sebaiknya mencari bukti dulu kemudian memberi tahu guru
-Menyaring saran" dari orang lain
-Berdiskusi terlebih dahulu sebelum menyatakan sesuatu
Penjelasan:
Jawaban:
berpikir kritisadalahkemampuanberpikiryangkompleksdenganmenggunakanprosesanalisisdanevaluasiterhadapsuatuinformasi.
Penjelasan:
MAAFKALAUSALAH
13. Mengapa kita perlu menghidupkan nurani dengan berfikir kritis
jika Tidak bersifat kritis,segala kehidupan kita Jadi tidak berfikir cerdas dan gampang mengambil suatu keputusan tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu secara sangat matang,dan hasilnya tidak relavan
14. Dengan hati nuraninya manusia dapat bersikap kritis dalam hidupnya. Mengapa kita perlu bersikap kritis?
jawaban:
karena agar kita lebih teliti dan tidak mudah menerima segala sesuatu yg belum diketahui kebenarannya
maafkalosalah
salammanisdariindra...❤
15. Hadits nabi tentang menghidupkan nurani dengan berfikir kritis
Jawaban:
Menurut Mertes, berpikir kritis adalah “sebuah proses yang sadar dan sengaja yang digunakan untuk menafsirkan dan mengevaluasi informasi dan pengalaman dengan sejumlah sikap reflektif dan kemampuan yang memandu keyakinan dan tindakan”.
Berpikir kritis memungkinan untuk memanfaatkan potensi diri dalam melihat masalah, memecahkan
masalah, menciptakan, dan menyadiri diri.
Salah satu mukjizat al-Quran adalah banyaknya ayat yang memuat informasi terkait dengan penciptaan alam dan menantang para pembacanya untuk merenungkan informasi Ilahi tersebut. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Allah Swt. dalam Q.S. Ali 'Imran/3:190-191 berikut ini.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ﴿ ١٩٠
Penjelasan:
inna fii khalqi alssamaawaati waal-ardhi waikhtilaafi allayli waalnnahaari laaayaatin li-ulii al-albaabi)
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿ ١٩١
(alladziina yadzkuruuna allaaha qiyaaman waqu'uudan wa'alaa junuubihim wayatafakkaruuna fii khalqi alssamaawaati waal-ardhi rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilan subhaanaka faqinaa 'adzaaba alnnaari)
Artinya:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah Swt.) bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang senantiasa mengingat Allah Swt. dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, dan memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari siksa api neraka”.
Posting Komentar untuk "Menghidupkan Nurani Dengan Berpikir Kritis Ppt"