Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Perilaku Sapta Timira


Contoh Perilaku Sapta Timira

contoh perilaku sapta timira tentang dhana​

1. contoh perilaku sapta timira tentang dhana​


Jawaban:

mengambil uang tidak menjadi haknya(korupsi),mengambil bagian orang lain sehingga orang tersebut mengalami penderitaan,bekerja siang malam tanpa menghiraukan yang lain demi mendapatkan uang lebih,suka berfoya foya atau menghamburkan uang


2. contoh perilaku sapta timira tentang guna​


Jawaban:

3. Guna dalam Sapta Timira berarti gelap atau mabuk karena kepandaian atau kepintaran. Guna dapat di gunakan dengan 2 jalan yaitu jalan kebaikan dan jalan keburukan.

contoh prilaku positif dari Guna adalah

jika seseorang memiliki kepandaian atau kepintaran maka ia bisa menciptakan suatu teknologi atau karya yang dapat membantu kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas sehari hari.

contoh prilaku negatif dari Guna adalah

jika seseorang memiliki kepandaian atau kepintaran yang tidak terkendali maka ia akan menggunakan kepintarannya itu untuk menghancurkan atau merugikan orang lain. Seperti seseorang memiliki kepandaian untuk membobol uang dari ATM atau bank juga untuk membuat bom yang merugikan orang lain.

Penjelasan:

semoga membantu :)


3. berikan contoh perilaku sapta timira yang harus dihindark


Perilaku yang berhubungan dengan sopan santun antara 1 dengan yang lainnya

4. contoh prilaku sapta timira kulina​


Penjelasan:

1. Surupa :

A. Melecehkan atau menghina orang yang memiliki wajahnya lebih jelek dari kita.

B. Suka membanggakan diri kepada orang karena merasa cantik atau tampan.

C. Menggunakan kecantikan dan ketampanannya untuk melakukan penipuan.

2. Dhana :

A. Mengambil uang yang tidak menjadi haknya korupsi.

B. Mengambil bagian orang lain, sehingga orang tersebut mengalami penderitaan.

C. Bekerja siang malam tanpa menghiraukan yang lain demi mendapatkan uang lebih.

3.Guna :

A. Memiliki kepandaian membuat bom dan untuk mengebom orang yang tidak berdosa.

B. Menggunakan kepandaiannya untuk menipu atau mengelabui orang lain.

C. Menggunakan kepandaiannya untuk mencari-cari alasan yang tidak benar agar dirinya terbebas dari sanksi.


5. Agama Hindu (Sapta Timira)Buatlah masing-masing contoh dari bagian-bagian sapta timira dan ceritakan/jelaskan contoh-contoh tersebut!​


Jawaban:

Sapta Timira adalah tujuh kegelapan batin manusia dalam ajaran agama Hindu.

Bagian bagiannya

1. Surupa = mabuk karena ketampanan

contoh: Made memiliki tubuh atletis dan wajah yang tampan, ia sangat bangga dengan hal itu. Suatu ketika Nyoman yang bertubuh tambun dan pendek menyapanya, lalu Made berkata tidak Sudi berteman dengan orang jelek

2. Dana = Mabuk karena kekayaan

contoh : Pak De berasal dari keluarga miskin, karena usahanya ia menjadi kaya raya. Lalu ia mencemooh orang orang yang pernah menghinanya dulu.

3. Guna = Mabuk karena kepandaian

contoh : Agung Bagus anak yang pintar dikelas, karena sering dipuji ia menjadi sombong dan takabur

4. Kulina = Mabuk karena darah kebangsawanan

contoh : Anak Agung Ngurah Bagus sangat bangga karena ia keluarga Puri, lalu ia menghina orang yang tidak sekasta dengan dia

5. Yowana = Mabuk karena darah muda

contoh Wayan sangat bangga karena ia memiliki tubuh yang kuat dan pria muda yang tangguh, lalu ia berbuat onar di kampung.

6. Sura = Mabuk karena minuman keras

contoh Made dan kawan kawan suka minum minuman keras, setelah mabuk mereka berbuat onar

7. Kasuran = Mabuk karena keberanian

contoh : Karena merasa sakti dan kebal Samru menjadi sombong, lalu ia menantang setiap warga desa. Ia juga kerap menunjukkan keberaniannya dengan minum Baygon dihadapan orang banyak dan ia sangat bangga


6. Bagaimana dampk perilaku sapta timira jika tidak mampu kita kendalikan dalam kehidupa ini?


Jawaban:

akan membuat kehidupan hancur

Penjelasan:

Manusia akan semakin mabuk karena sudah terpengaruh Sapta Timira


7. contoh perilaku Sapta timira tentang kulinatolong dibantu secepatnya​


Jawaban:

Penjelasan:

a. Melakukan operasi plastik karena tidak puas akan wajah yang dimilikinya. b. Melecehkan atau menghina orang yang memiliki wajahnya lebih jelek dari kita.

c. Suka membanggakan diri kepada orang karena merasa cantik atau tampan


8. Contoh cerpen tentang sapta timira yowana


Jawaban:

Kata sapta timira berasal dari bahasa sansekerta dari kata “sapta”yang berarti tujuh, dan kata “timira” yang berarti gelap,suram, (awidya). Sapta timira berarti “tujuh kegelapan” adalah tujuh unsur atau sifat yang menyebabkan pikiran orang jadi gelap. Ketujuh unsur kegelapan tersebut ada pada setiap diri manusia. Sifat awidya yang ada pada diri manusia apabila tidak dikendalikan akan menimbulkan berbagai macam tindakan kejam,seperti marah,kejam,denki,iri hati,suka mempitnah,merampok dan yang lainnya. Semua sifat dan tindakan itu adalah bertentangan dengan agama yang disebut,sifat prilaku Adharma .

Pembagian Sapta Timira

1. Surupa atau kemabukan (lupa daratan) karena wajah atau rupa yang tampan, ganteng atau cantik. Kegantengan atau kecantikan seseorang kadang kala menyebabkan yang bersangkutan menjadi angkuh, sombong dan tinggi hati. Semestinya kegantengan atau kecantikan wajah dibarengi dengan perilaku yang baik, budi yang luhur. Orang yang ganteng atau cantik, hendaknya dapat mengendalikan diri dengan membuang jauh-jauh sikap dan perilaku yang tidak baik.

2. Dhana atau kemabukan (lupa daratan) karena banyak mempunyai harta benda atau kekayaan. Banyaknya harta benda yang dimiliki sering kali menyebabkan seseorang menjadi lupa diri, menepuk dada, angkuh dan sombong dan tidak ingat dengan teman-temannya. Pada hal kepemilikan harta benda seyogianya dibarengi dengan dharma, perilaku yang baik sesuai dengan ajaran agama. Karena itu orang yang memiliki banyak harta benda seyogianya dapat menjaga diri, tidak menepuk dada atau tidak sombong dengan harta bendanya.

3. Guna atau kemabukan (lupa daratan) karena mempunyai kepintaran atau kepandaian. Orang yang pintar juga kadang lupa diri, menganggap orang lain tidak tahu apa-apa. Orang seperti ini cenderung angkuh dan kurang disukai oleh masyarakat. Oleh karena kepandaian semestinya dibarengi dengan perbuatan yang baik, disertai dengan budi pekerti yang luhur. Kepintaran semestinya diamalkan, dipergunakan untuk maksud-maksud yang baik, sehingga dapat membantu masyarakat yang kurang mempunyai pengetahuan.

4. Kulina atau kemabukan (lupa daratan) karena keturunan. Faktor keturunan juga sering mengakibatkan orang lupa diri. Seorang keturunan bangsawan, keturunan raja, kadang kala juga menganggap remeh orang lain yang tidak seketurunan. Hal ini dapat menimbulkan kesulitan bagi orang tersebut. Keturunan orang-orang terkenal, berpangkat atau bangsawan, sebaiknya mempunyai perilaku yang baik, berbudi luhur sejalan dengan ajaran agama. Mereka seharusnya dapat menjadi panutan dapat memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat sekitarnya.

5. Yowana atau kemabukan (lupa daratan) karena masa remaja atau masa muda. Anak muda remaja karena kurang pendidikan dan pengalaman, sering kali lebih menyukai kebebasan dan hura-hura, sering kali sok jagoan dan suka berkelahi. Sebaikanya semasa masih remaja, anak-anak itu diberi pendidikan agama yang memadai, diberi pelajaran mengenai etika, bagaimana harus berperilaku di dalam masyarakat, sebagaimana harus membawa diri dan lain-lain, supaya mereka dapat menjadi manusia yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Masa remaja adalah masa yang baik untuk mengembangkan diri menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bagi nusa dan bangsa serta agama.

6. Sura atau kemabukan (lupa daratan) karena minuman keras. Minuman keras merupakan musuh yang sangat buruk. Ia dapat membuat orang mabuk, lupa diri dan berbuat yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Karena itu manusia beragama sebaiknya menjauhi minuman keras.

7. Kasuran atau kemabukan (lupa daratan) karena merasa mempunyai keberanian. Keneranian kadang kala membuat orang lupa diri. Keberanian tanpa disertai dengan pikiran yang sehat dan baik dapat mengakibatkan kerugian atau kesulitan bagi orang lain maupun yang bersangkutan sendiri. Keberanian hendaknya selalu dilandasi oleh kebenaran dan Dharma, oleh perbuatan yang luhur sesuai dengan ajaran agama


9. Buatlah Contoh Cerita Sapta Timira Yang Mengandung 2 Bagian Sapta Timira!setor besok plissbantuuu​


Jawaban:

orang bertengkar karna perebutan pacar karna ketampananya "surupa"dan karna kekayan orang yang diperebutkan untuk difoya-foyakan"dhana"

ketampanan dan kecantikan "surupa"

kekayaan "dhana"


10. contoh sapta timira positif dan negatif​


Surupa
dhana
guna
kulina
yohana
sura
kasuran

11. contoh perilaku sapta timira dalam agama hindu


perilaku yang berhubungan dengan sopan santun antara 1 dengan yg lainnyaperilaku yg berhubungan,sopan santun 1 dengan yg lain nya
maaf kalau salah

12. contoh sikap sapta timira dilingkungan rumah? ​


Jawaban:

Contoh Sapta Timira dalam kehidupan

Merasa diri lebih baik daripada orang lain karena memiliki wajah yang tampan atau cantik. Merendahkan orang lain yang memiliki kekurangan pada wajahnya. Mengubah bentuk wajah karena tidak puas dengan wajah yang dimiliki, seperti melakukan sulam alis dan operasi plastik.

13. sebutkan minimal 3 contoh perilaku sapta timira bagian surupa!​


Dalam agama Hindu, sapta timira adalah tujuh sifat yang menyebabkan pikiran menjadi gelap sehingga menyebabkan perilaku-perilaku negatif. Berikut ini adalah contoh perilaku sapta timira pada bagian surupa.

Merasa diri lebih baik daripada orang lain karena memiliki wajah yang tampan atau cantik.Merendahkan orang lain yang memiliki kekurangan pada wajahnya.Mengubah bentuk wajah karena tidak puas dengan wajah yang dimiliki, seperti melakukan sulam alis dan operasi plastik.Pembahasan

Timira berarti kegelаpаn dаlаm diri mаnusiа. Kegelаpаn dаlаm diri mаnusiа disebаbkаn oleh perilаku mаnusiа yаng berlebihаn dаlаm memаnfааtkаn аnugerаh yаng diberikаn oleh Sаng Hyаng Widhi. Kegelаpаn dаlаm diri dаlаm аjаrаn Hindu аdа tujuh mаcаmnyа yang disebut Sаptа Timirа.

Sаptа Timirа berаrti tujuh mаcаm kegelаpаn аtаu sifаt yаng menyebаbkаn pikirаn orаng jаdi gelаp sehinggа melаkukаn perilаku-perilаku negаtif. Ketujuh kegelаpаn yаng terdаpаt dаlаm diri mаnusiа, merupаkаn аkibаt аwidyа yаng kitа bаwа sejаk lаhir.

Bаgiаn-bаgiаn dаri Sаptа Timirа adalah

Surupаgelаp kаrenа wаjаh tаmpаn аtаu cаntik. Dhаnа gelаp kаrenа kekаyааn. Gunа gelаp kаrenа kepаndаiаn. Kulinа gelаp kаrenа keturunаn. Yohаnа gelаp kаrenа keremаjааn. Surа gelаp kаrenа minumаn kerаs. Kаsuruаn gelаp kаrenа keberаniаn.Pelajari Lebih LanjutMateri tentang sifat-sifat atman pada https://brainly.co.id/tugas/25837357Materi tentang Sapta Timira pada https://brainly.co.id/tugas/6232848Materi tentang perilaku Sapta Timira bagian Guna pada https://brainly.co.id/tugas/34172453Detail Jawaban

Kelas : VIII

Mapel : Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti

Bab : Sapta Timira sebagai Aspek Diri yang Harus Dikendalikan

Kode : 8.14.2

#TingkatkanPrestasimu

#SPJ3


14. contoh cerpen tentang Sapta timira yowana​


Jawaban:

Kata sapta timira berasal dari bahasa sansekerta dari kata “sapta”yang berarti tujuh, dan kata “timira” yang berarti gelap,suram, (awidya). Sapta timira berarti “tujuh kegelapan” adalah tujuh unsur atau sifat yang menyebabkan pikiran orang jadi gelap. Ketujuh unsur kegelapan tersebut ada pada setiap diri manusia. Sifat awidya yang ada pada diri manusia apabila tidak dikendalikan akan menimbulkan berbagai macam tindakan kejam,seperti marah,kejam,denki,iri hati,suka mempitnah,merampok dan yang lainnya. Semua sifat dan tindakan itu adalah bertentangan dengan agama yang disebut,sifat prilaku Adharma .

Pembagian Sapta Timira

1. Surupa atau kemabukan (lupa daratan) karena wajah atau rupa yang tampan, ganteng atau cantik. Kegantengan atau kecantikan seseorang kadang kala menyebabkan yang bersangkutan menjadi angkuh, sombong dan tinggi hati. Semestinya kegantengan atau kecantikan wajah dibarengi dengan perilaku yang baik, budi yang luhur. Orang yang ganteng atau cantik, hendaknya dapat mengendalikan diri dengan membuang jauh-jauh sikap dan perilaku yang tidak baik.

2. Dhana atau kemabukan (lupa daratan) karena banyak mempunyai harta benda atau kekayaan. Banyaknya harta benda yang dimiliki sering kali menyebabkan seseorang menjadi lupa diri, menepuk dada, angkuh dan sombong dan tidak ingat dengan teman-temannya. Pada hal kepemilikan harta benda seyogianya dibarengi dengan dharma, perilaku yang baik sesuai dengan ajaran agama. Karena itu orang yang memiliki banyak harta benda seyogianya dapat menjaga diri, tidak menepuk dada atau tidak sombong dengan harta bendanya.

3. Guna atau kemabukan (lupa daratan) karena mempunyai kepintaran atau kepandaian. Orang yang pintar juga kadang lupa diri, menganggap orang lain tidak tahu apa-apa. Orang seperti ini cenderung angkuh dan kurang disukai oleh masyarakat. Oleh karena kepandaian semestinya dibarengi dengan perbuatan yang baik, disertai dengan budi pekerti yang luhur. Kepintaran semestinya diamalkan, dipergunakan untuk maksud-maksud yang baik, sehingga dapat membantu masyarakat yang kurang mempunyai pengetahuan.

4. Kulina atau kemabukan (lupa daratan) karena keturunan. Faktor keturunan juga sering mengakibatkan orang lupa diri. Seorang keturunan bangsawan, keturunan raja, kadang kala juga menganggap remeh orang lain yang tidak seketurunan. Hal ini dapat menimbulkan kesulitan bagi orang tersebut. Keturunan orang-orang terkenal, berpangkat atau bangsawan, sebaiknya mempunyai perilaku yang baik, berbudi luhur sejalan dengan ajaran agama. Mereka seharusnya dapat menjadi panutan dapat memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat sekitarnya.

5. Yowana atau kemabukan (lupa daratan) karena masa remaja atau masa muda. Anak muda remaja karena kurang pendidikan dan pengalaman, sering kali lebih menyukai kebebasan dan hura-hura, sering kali sok jagoan dan suka berkelahi. Sebaikanya semasa masih remaja, anak-anak itu diberi pendidikan agama yang memadai, diberi pelajaran mengenai etika, bagaimana harus berperilaku di dalam masyarakat, sebagaimana harus membawa diri dan lain-lain, supaya mereka dapat menjadi manusia yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Masa remaja adalah masa yang baik untuk mengembangkan diri menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bagi nusa dan bangsa serta agama.

6. Sura atau kemabukan (lupa daratan) karena minuman keras. Minuman keras merupakan musuh yang sangat buruk. Ia dapat membuat orang mabuk, lupa diri dan berbuat yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Karena itu manusia beragama sebaiknya menjauhi minuman keras.

7. Kasuran atau kemabukan (lupa daratan) karena merasa mempunyai keberanian. Keneranian kadang kala membuat orang lupa diri. Keberanian tanpa disertai dengan pikiran yang sehat dan baik dapat mengakibatkan kerugian atau kesulitan bagi orang lain maupun yang bersangkutan sendiri. Keberanian hendaknya selalu dilandasi oleh kebenaran dan Dharma, oleh perbuatan yang luhur sesuai dengan ajaran agama

Jawaban:

Kata sapta timira berasal dari bahasa sansekerta dari kata “sapta”yang berarti tujuh, dan kata “timira” yang berarti gelap,suram, (awidya). Sapta timira berarti “tujuh kegelapan” adalah tujuh unsur atau sifat yang menyebabkan pikiran orang jadi gelap. Ketujuh unsur kegelapan tersebut ada pada setiap diri manusia. Sifat awidya yang ada pada diri manusia apabila tidak dikendalikan akan menimbulkan berbagai macam tindakan kejam,seperti marah,kejam,denki,iri hati,suka mempitnah,merampok dan yang lainnya. Semua sifat dan tindakan itu adalah bertentangan dengan agama yang disebut,sifat prilaku Adharma

Pembagian Sapta Timira

1. Surupa atau kemabukan (lupa daratan) karena wajah atau rupa yang tampan, ganteng atau cantik. Kegantengan atau kecantikan seseorang kadang kala menyebabkan yang bersangkutan menjadi angkuh, sombong dan tinggi hati. Semestinya kegantengan atau kecantikan wajah dibarengi dengan perilaku yang baik, budi yang luhur. Orang yang ganteng atau cantik, hendaknya dapat mengendalikan diri dengan membuang jauh-jauh sikap dan perilaku yang tidak baik.

2. Dhana atau kemabukan (lupa daratan) karena banyak mempunyai harta benda atau kekayaan. Banyaknya harta benda yang dimiliki sering kali menyebabkan seseorang menjadi lupa diri, menepuk dada, angkuh dan sombong dan tidak ingat dengan teman-temannya. Pada hal kepemilikan harta benda seyogianya dibarengi dengan dharma, perilaku yang baik sesuai dengan ajaran agama. Karena itu orang yang memiliki banyak harta benda seyogianya dapat menjaga diri, tidak menepuk dada atau tidak sombong dengan harta bendanya.

3. Guna atau kemabukan (lupa daratan) karena mempunyai kepintaran atau kepandaian. Orang yang pintar juga kadang lupa diri, menganggap orang lain tidak tahu apa-apa. Orang seperti ini cenderung angkuh dan kurang disukai oleh masyarakat. Oleh karena kepandaian semestinya dibarengi dengan perbuatan yang baik, disertai dengan budi pekerti yang luhur. Kepintaran semestinya diamalkan, dipergunakan untuk maksud-maksud yang baik, sehingga dapat membantu masyarakat yang kurang mempunyai pengetahuan.

4. Kulina atau kemabukan (lupa daratan) karena keturunan. Faktor keturunan juga sering mengakibatkan orang lupa diri. Seorang keturunan bangsawan, keturunan raja, kadang kala juga menganggap remeh orang lain yang tidak seketurunan. Hal ini dapat menimbulkan kesulitan bagi orang tersebut. Keturunan orang-orang terkenal, berpangkat atau bangsawan, sebaiknya mempunyai perilaku yang baik, berbudi luhur sejalan dengan ajaran agama. Mereka seharusnya dapat menjadi panutan dapat memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat sekitarnya.

5. Yowana atau kemabukan (lupa daratan) karena masa remaja atau masa muda. Anak muda remaja karena kurang pendidikan dan pengalaman, sering kali lebih menyukai kebebasan dan hura-hura, sering kali sok jagoan dan suka berkelahi. Sebaikanya semasa masih remaja, anak-anak itu diberi pendidikan agama yang memadai, diberi pelajaran mengenai etika, bagaimana harus berperilaku di dalam masyarakat, sebagaimana harus membawa diri dan lain-lain, supaya mereka dapat menjadi manusia yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Masa remaja adalah masa yang baik untuk mengembangkan diri menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bagi nusa dan bangsa serta agama.

6. Sura atau kemabukan (lupa daratan) karena minuman keras. Minuman keras merupakan musuh yang sangat buruk. Ia dapat membuat orang mabuk, lupa diri dan berbuat yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Karena itu manusia beragama sebaiknya menjauhi minuman keras.

7. Kasuran atau kemabukan (lupa daratan) karena merasa mempunyai keberanian. Keneranian kadang kala membuat orang lupa diri. Keberanian tanpa disertai dengan pikiran yang sehat dan baik dapat mengakibatkan kerugian atau kesulitan bagi orang lain maupun yang bersangkutan sendiri. Keberanian hendaknya selalu dilandasi oleh kebenaran dan Dharma, oleh perbuatan yang luhur sesuai dengan ajaran agama

#SemogaMembantuu:)


15. Buatlah contoh sapta timira dalam kehidupan kita​


Penjelasan:

1. Melakukan operasi plastik karena tidak puas dengan wajah yang dimilikinya.

2. Melecehkan atau menghina orang lain yang memiliki wajah yang lebih jelek dari kita.

3. Menggunakan kecantikan ataupun ketampanan nya untuk melakukan penipuan.


Video Terkait


Posting Komentar untuk "Contoh Perilaku Sapta Timira"